Abdurahman bin Syibl r.a. pernah
bersabda, “Bacalah olehmu Al-Quran,
tetapi janganlah kalian makan dengannya, dan janganlah menentang kandungannya,
juga jangan berlebihan terhadap Al-Quran.”
Adapun sabda Rasullullah saw, “ Nanti akan datang suatu kaum (generasi)
yang suka meminta (upah) dengan Al-Quran, siapa saja yang meminta (upah, dengan
sengaja) melalui Al-Quran, maka janganlah kalian memberinya.”
Barang siapa yang dengan ketajaman
pikirannya dapat menangkap isyarat-isyarat Qurani, kandungan, berikut ilmu
pengetahuannya, maka hendaklah mengkhatamkan Al-Quran sesuai dengan kadar
kemampuannya dalam menangkap makna Al-Quran
Shalat malam dan membaca Al-Quran pada
malam hari itu dikuatkan (diistimewakan), karena lebih meresap ke dalam kalbu,
jauh dari berbagai kesibukan dan macam-macam keperluan, selain itu lebih
terpelihara dari riya’ dan sifat-sifat lain yang dapat merusak dan
menghancurkan amal, dan disebabkan pula adanya ketentuan hukum bahwa banyak
kebaikan yang didapat pada malam hari.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a.
bahwa Rasullullah saw bersabda, “Sesungguhnya
perumpamaan ahli Al-Quran itu adalah seperti unta yang dijaga dikandangnya,
jika dijaga ia tertahan, tetapi jika dilepaskan, pasti pergi.” (HR Bukhari
dan Muslim)
1. Suci
dari hadast besar dan kecil
2. Wudhu
atau tayamum terlebih dahulu
3. Di
tempat yang bersih dan menghadap kiblat
4. Mengawali
bacaan dengan membaca basmalah
5. Membaca
dengan khusyuk dan merenungi maknanya
6. Membaca
dengan runtut atau teratur
7. Membaca
dengan suara yang merdu dan diperhatikan tajwidnya
8. Mengakhiri
bacaan dengan membaca hamdallah
1. Larangan
menulis Al-Quran di atas sesuatu yang najis
2. Larangan
membawa mushaf ke daerah musuh
3. Yang
berhadast dilarang membawa mushaf
4. Yang
junub haram baginya menulis mushaf
5. Yang
berhadast kecil boleh menyentuh buku berisi ayat Al-Quran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar